Warisan budaya Nusantara terus mendapatkan ruang untuk berkembang melalui kreativitas generasi muda.
Hal itu diwujudkan melalui karya busana bertajuk The Symphony of Heritage yang melibatkan 32 siswa Kelas XII Desain dan Produksi Busana SMK Negeri 3 Pangkalpinang.
Karya tersebut memadukan kekayaan kain tradisional Indonesia, mulai dari cual, batik, hingga songket, yang dirancang menjadi koleksi busana dengan sentuhan kreativitas dan inovasi generasi muda.
Isana, guru SMK Negeri 3 Pangkalpinang yang tergabung dalam tim The Symphony of Heritage, menjelaskan bahwa karya ini mengangkat harmoni antara warisan budaya Nusantara dan kreativitas siswa dalam menghasilkan busana yang memiliki nilai estetika sekaligus makna budaya.
‘’Melalui karya tersebut, para siswa tidak hanya dituntut menghasilkan busana yang indah, tetapi juga memahami nilai filosofi yang terkandung dalam setiap kain dan motif yang digunakan,” katanya.
The Symphony of Heritage yang digelar di TransMall pada Sabtu, (19/9/2026) kemarin menghadirkan enam kelompok dengan penggunaan cual, batik, dan songket yang memiliki corak serta karakteristik berbeda.
Masing-masing kelompok membawa filosofi dan nilai luhur tersendiri. Kendati demikian, seluruh karya dipersatukan melalui semangat melestarikan budaya bangsa dengan mengandalkan kreativitas dan keterampilan siswa.
Proses pembuatan koleksi busana dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemilihan kain, perancangan desain, pemotongan bahan, hingga penyelesaian jahitan terakhir.
“Setiap tahapan dikerjakan dengan penuh ketelitian dan menjadi bagian dari proses pembelajaran siswa dalam mengembangkan keterampilan di bidang desain dan produksi busana,” katanya.
Koleksi tersebut menjadi hasil kerja keras, kreativitas, serta persaudaraan 32 siswa Kelas XII Desain dan Produksi Busana SMK Negeri 3 Pangkalpinang.
Dalam karya ini, kain cual, batik, dan songket tidak sekadar digunakan sebagai bahan pakaian. Ketiganya ditafsirkan kembali melalui desain yang lebih modern, tanpa meninggalkan akar identitas budaya bangsa.
Melalui The Symphony of Heritage, tradisi dan modernitas dipertemukan dalam satu karya yang menggambarkan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
“Karya ini sekaligus menjadi bentuk persembahan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan budaya Nusantara, sehingga nilai dan keindahannya dapat terus dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
BangkaPos.com
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Hendra
Belum ada komentar pada berita ini. Jadilah yang pertama berkomentar!